Mainstream Gerakan

Gerakan Utama (mainstream) Hidayatullah adalah dakwah dan
pendidikan (tarbiyah). Di bidang dakwah, Hidayatullah secara kontinyu telah
menyebarkan dai-dainya hingga ke daerah minoritas dan pedalaman. Selain itu
Hidayatullah telah menyelenggarakan sejumlah program seperti bina akidah, Grand
MBA, dan Pos MTQ.
Program bina akidah adalah program pembinaan singkat untuk
masyarakat umum, terutama mereka yang tertarik berjuang menegakkan Islam
bersama-sama Hidayatullah. Mereka yang selesai mengikuti program ini
dipersilahkan untuk mengikuti serangkaian program pembinaan lanjutan dengan
sistem halaqoh, taklim diniyah, dan marhalah.
Program Grand MBA (Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an)
memfokuskan kegiatannya pada penerjemahan Al-Qur’an secara cepat kemudian
menelaahnya melalui metoda MBA.
Bagi peserta yang selesai mengikuti program ini wajib
mengajarkannya kepada orang lain minimal 10 orang dalam kurun waktu tertentu,
sehingga semakin banyaklah masyarakat yang mampu membaca dan memahami
Al-Qur’an. Implementasinya, di setiap lokasi dakwah didirikan Majelis Ta’lim
Al-Qur’an (MTQ) di bawah bimbingan seorang mu’allim.
Sedangkan di bidang pendidikan, Hidayatullah telah memiliki 4
sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Luk-man al-Hakim (STAIL) di
Surabaya, Jawa Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STIS
Hidayatullah) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
(STIT)Hidayatullah di Batam, Kepulauan Riau, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Hidayatullah (STIE Hidayatullah) di Depok, Jawa Barat.
Ketiga sekolah tinggi ini didirikan untuk mencetak cendikiawan
Muslim yang berkualitas sekaligus sebagai dai. Di dalamnya terdapat jalur
khusus kader dai dengan sistem beasiswa ikatan tugas dakwah. Setelah lulus
mereka ditugaskan ke seluruh pelosok Indonesia untuk berdakwah dan memperluas
jaringan dakwah Hidayatullah.
Selain sekolah tinggi, Hidayatullah juga memiliki Taman Pendidikan
Al-Qur’an, Taman Kanak-kanak dan Play Group atau Raudhatul Athfal, Sekolah
Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah
Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Setidaknya di setiap
wilayah ada satu jenis lembaga pendidikan tersebut.
Pendidikan di Hidayatullah menganut konsep ”integral berbasis
tauhid.” Konsep ini diimplementasikan sejak Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan
Tinggi.
Selain itu, Hidayatullah memiliki 322 pesantren yang tersebar di
seluruh Indonesia. Di samping dihuni santri, pesantren-pesantren tersebut juga
ditempati para guru, pengasuh, pengelola, dan jamaah Hidayatullah yang
berkeinginan menetap di sekitar Pesantren.
Karena itu, pesantren-pesantren Hidayatullah, selain berfungsi
sebagai tempat mendalami ilmu agama (wajib ‘ain/diniyah) dan ilmu umum (wajib
kifayah), juga berfungsi sebagai miniatur peradaban Islam.
sumber : hidayatullah.or.id





